Rabu, 25 Mei 2011

Pelatihan SMART (Warehouse Management Series).

Berdasar atas pengalaman memberikan bimbingan dan supervisi dalam meningkatkan kinerja gudang maka kami mendesign pelatihan warehouse management series berikut ini :

1. Basic Warehouse Management

Pelatihan didisain dengan 40% teori dan 60% praktikum. Fokus materi adalah memahamkan peserta pelatihan mengenai prosedur kerja gudang. Dengan pemahaman ini maka diharapkan peserta memiliki bekal mengenai cara kerja di gudang yang benar, mampu menjalankan cara kerja tersebut, mampu memberikan analisa atas penyimpangan yang terjadi dan penyebab indikator sasaran gudang tidak tercapai.
Penyampaian teori disampaikan dengan contoh-contoh kasus yang terjadi selama penanganan dalam meningkatkan kinerja gudang. Test pemahaman diberikan dengan melengkapi prosedur penerimaan barang, penataan barang, pengeluaran barang, maupun retur barang. Dengan metode melengkapi ini diharapkan peserta akan memahami jalannya proses kerja di gudang. Peserta juga mendapatkan studi kasus untuk mengidentifikasi persoalan yang terjadi. Test dan studi kasus diperlukan untuk mengukur tentang tingkat pemahaman peserta. Bukankah pengetahuan yang dimiliki seseorang, belum tentu membuat ia mengambil tindakan. Pemahaman yang akan menyebabkan individu yakin dalam mengambil tindakan. Pengetahuan lebih menekankan apa yang harus dilakukan. Pemahaman lebih mengarah pada bagaimana melakukan cara terbaik dengan kondisi yang ada.

2. Intermediate Warehouse Management

Pelatihan ini lebih menekankan pada prinsip penataan barang dilokasi atau rak penempatan barang. Penataan yang tepat akan menghasilkan efisiensi biaya bagi perusahaan dan mempercepat proses pencarian barang. Bila petugas gudang mampu mencari barang dalam 3 menit atau paling lama 5 menit bukan jaminan bahwa prinsip penataannya sudah tepat. Manakala petugas yang menata barang tersebut berhalangan hadir maka petugas lain sulit mencari barang atau membutuhkan waktu lama. Penataan demikian tergantung pada orang, bukan tergantung pada sistem. Kesulitan yang dihadapi adalah kita tak bisa copy cara kerja tersebut dengan hasil yang sama.
Peserta akan diberikan studi kasus berupa foto-foto penataan digudang dan peluang terjadinya permasalahan. Diharapkan peserta dapat membuat antisipasi agar permasalahan dalam penataan tidak mengganggu kelancaran proses operasional gudang. Mempertimbangkan penempatan alat bantu transportasi barang sehingga langkah kerja jauh lebih cepat dan efisien. Bagaimana cara meningkatkan kapasitas muat gudang dengan penataan, mengingat fluktuasi dan variasi pengadaan barang yang menjadi keputusan pelaku bisnis terutama di Indonesia. 7 langkah input data tanpa salah dan mempersiapkan opname dengan cepat dan akurat ( mengubah opname 29 hari dengan transaksi berjalan menjadi 3 hari ).

3. Advance Warehouse Management

Pelatihan ini didisain untuk dapat memberikan pemahaman Manager Gudang dalam meningkatkan kinerja produktifitas gudang yang menjadi tanggung jawabnya. Peserta dibekali dengan metode analisis proses yang dapat mengidentifikasi peluang-peluang non value added activity terjadi yang menjadi sumber pemborosan kerja digudang. Pembahasan studi kasus tentang bagaimana mengubah 26 hari pengiriman barang sejak order diterima menjadi 1 – 2 hari kerja. Pembahasan tentang peluang kesalahan dalam pengiriman barang dan bagaimana melakukan efisiensi di gudang. Telah umum diketahui bahwa petugas gudang bukan pekerja yang terus menerus melakukan kegiatannya tetapi bekerja pada jam-jam atau waktu tertentu.

Demikian sekilas tentang program pelatihan SMART Warehouse Management Series yang dapat disampaikan. Bila membutuhkan informasi lebih lanjut kami bersedia memberikan presentasi .

Salam Sukses Selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner SMART Business Solution

Senin, 23 Mei 2011

Pelatihan SMART (Warehouse Management Series).

Berdasar atas pengalaman memberikan bimbingan dan supervisi dalam meningkatkan kinerja gudang maka kami mendesign pelatihan warehouse management series berikut ini:

1. Basic Warehouse Management
Pelatihan didisain dengan 40% teori dan 60% praktikum. Fokus materi adalah memahamkan peserta pelatihan mengenai prosedur kerja gudang. Dengan pemahaman ini maka diharapkan peserta memiliki bekal mengenai cara kerja di gudang yang benar, mampu menjalankan cara kerja tersebut, mampu memberikan analisa atas penyimpangan yang terjadi dan penyebab indikator sasaran gudang tidak tercapai.
Penyampaian teori disampaikan dengan contoh-contoh kasus yang terjadi selama penanganan dalam meningkatkan kinerja gudang. Test pemahaman diberikan dengan melengkapi prosedur penerimaan barang, penataan barang, pengeluaran barang, maupun retur barang. Dengan metode melengkapi ini diharapkan peserta akan memahami jalannya proses kerja di gudang. Peserta juga mendapatkan studi kasus untuk mengidentifikasi persoalan yang terjadi. Test dan studi kasus diperlukan untuk mengukur tentang tingkat pemahaman peserta. Bukankah pengetahuan yang dimiliki seseorang, belum tentu membuat ia mengambil tindakan. Pemahaman yang akan menyebabkan individu yakin dalam mengambil tindakan. Pengetahuan lebih menekankan apa yang harus dilakukan. Pemahaman lebih mengarah pada bagaimana melakukan cara terbaik dengan kondisi yang ada.

2. Intermediate Warehouse Management
Pelatihan ini lebih menekankan pada prinsip penataan barang dilokasi atau rak penempatan barang. Penataan yang tepat akan menghasilkan efisiensi biaya bagi perusahaan dan mempercepat proses pencarian barang. Bila petugas gudang mampu mencari barang dalam 3 menit atau paling lama 5 menit bukan jaminan bahwa prinsip penataannya sudah tepat. Manakala petugas yang menata barang tersebut berhalangan hadir maka petugas lain sulit mencari barang atau membutuhkan waktu lama. Penataan demikian tergantung pada orang, bukan tergantung pada sistem. Kesulitan yang dihadapi adalah kita tak bisa copy cara kerja tersebut dengan hasil yang sama.
Peserta akan diberikan studi kasus berupa foto-foto penataan digudang dan peluang terjadinya permasalahan. Diharapkan peserta dapat membuat antisipasi agar permasalahan dalam penataan tidak mengganggu kelancaran proses operasional gudang. Mempertimbangkan penempatan alat bantu transportasi barang sehingga langkah kerja jauh lebih cepat dan efisien. Bagaimana cara meningkatkan kapasitas muat gudang dengan penataan, mengingat fluktuasi dan variasi pengadaan barang yang menjadi keputusan pelaku bisnis terutama di Indonesia. 7 langkah input data tanpa salah dan mempersiapkan opname dengan cepat dan akurat ( mengubah opname 29 hari dengan transaksi berjalan menjadi 3 hari ).

3. Advance Warehouse Management
Pelatihan ini didisain untuk dapat memberikan pemahaman Manager Gudang dalam meningkatkan kinerja produktifitas gudang yang menjadi tanggung jawabnya. Peserta dibekali dengan metode analisis proses yang dapat mengidentifikasi peluang-peluang non value added activity terjadi yang menjadi sumber pemborosan kerja digudang. Pembahasan studi kasus tentang bagaimana mengubah 26 hari pengiriman barang sejak order diterima menjadi 1 – 2 hari kerja. Pembahasan tentang peluang kesalahan dalam pengiriman barang dan bagaimana melakukan efisiensi di gudang. Telah umum diketahui bahwa petugas gudang bukan pekerja yang terus menerus melakukan kegiatannya tetapi bekerja pada jam-jam atau waktu tertentu.

Demikian sekilas tentang program pelatihan SMART Warehouse Management Series yang dapat disampaikan. Bila membutuhkan informasi lebih lanjut kami bersedia memberikan presentasi.

Salam Sukses Selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner SMART Business Solution

Jumat, 20 Mei 2011

Get Optimum Result

Banyak didapatkan permasalahan sederhana ketika kami melakukan pendampingan /supervisi atas program leadership yang dijalankan. Bila kita dengar dari pengawas maka seringkali yang diungkapkan adalah persoalan pendapatan karyawan yang kurang, tidak ada insentif yang diberikan, permasalahan kontrak kerja karyawan, bawahan yang tidak disiplin, sulit diarahkan, kurang motivasi dll.
Namun bila kita dengar pendapat dari pihak manajemen dalam hal ini para manager bagian maka mereka mengatakan : supervisornya tidak tegas, tidak berani menegur, kurang bisa memberikan pengarahan, kurang perhatian terhadap karyawan maupun proses kerja, kurang perhatian terhadap kebersihan, dll. Dimana pokok persoalannya ada pada supervisornya.

Sedangkan pandangan bawahan menyampaikan bahwa pengawasnya yang tidak disiplin, kurang bersedia untuk melakukan kontrol pekerjaan, kualitas bahan yang digunakan kurang bagus, standar hasil kerja yang berubah-ubah, kesulitan mencari peralatan kerja yang kadang dipinjam oleh bagian lain, bahan yang kurang bagus dan permasalahan sejenis.

Perlu disadari bahwa gambaran permasalahan dibawah adalah merupakan cerminan cara kerja pimpinan yang ada diatasnya. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang optimal perlu dilakukan evaluasi atas permasalahan yang muncul.

1. They know what is expected
Suatu anggapan yang keliru dimana orang yang telah bekerja lama tentunya sudah memahami apa yang diharapkan dari mereka. Persepsi yang keliru tentang bawahan yang mengakibatkan kita memberikan teguran dan menyalahkan mereka karena mereka tidak mematuhi cara kerja yang diarahkan oleh pengawas. Sesungguhnya bawahan memahami bila hasil kerja mereka tidak sesuai dengan target yang ditetapkan. Tindakan menyalahkan membawa dampak lemahnya semangat kerja karyawan. Karyawan berharap untuk tidak disalahkan tetapi diberikan solusi tentang apa yang harus mereka lakukan. Lebih baik menghentikan suatu proses dan memberikan masukan tentang apa yang seharusnya dilakukan pada seluruh karyawan terlibat daripada memberikan teguran ketika mereka telah selesai mengerjakannya.

2. They have competencies to perform
Suatu pekerjaan yang diberikan pada orang yang bukan ahlinya maka tidak bisa diharapkan hasil yang optimal. Termasuk dalam hal ini adalah kecerdasan, pendidikan, pengalaman, kemampuan menghasilkan barang atau jasa, sikap kerja yang baik. Pekerja yang kurang memiliki kecerdasan dexterity, sulit untuk bisa diharapkan bisa menghasilkan produktifitas kerja dibagian sortir atau packaging. Seseorang yang memiliki karakter kurang mudah bergaul atau bisa memulai interaksi hanya pada orang yang dikenalnya dengan baik, membutuhkan waktu untuk dapat menjadi seorang sales executive yang berhasil. Masing-masing individu memiliki bakat atau potensi dan perlu ditempatkan sesuai dengan potensinya. Dapatkan informasi tentang memahami 10 kecerdasan individu di link blog (fingerprint test) ini.

3. They supported by facilitating work environment
Dukungan fasilitas sangat menentukan peningkatan produktifitas kerja. Banyak manager atau pengawas yang menyampaikan bahwa karyawan telah dilengkapi dengan peralatan kerja yang memadai. Pada kenyataannya, mereka sering melakukan tindakan saling pinjam peralatan kerja. Bisakah mereka bekerja optimal bila tidak didukung oleh fasilitas? Termasuk dalam hal ini adalah sistem informasi atau kemudahan pengawas untuk dihubungi manakala mereka membutuhkan keputusan dari pengawasnya.

4. They motivated to perform what is expected.
Persoalan motivasi adalah faktor terakhir yang perlu dianalisa. Banyak kejadian dimana manajemen menetapkan sistem incentif tetapi kinerja karyawan tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan. Ada juga karyawan yang tidak bersedia lembur untuk menyelesaikan pekerjaan, mereka kurang membutuhkan uang sebagai motivasi. Namun hanya disampaikan akan hapus dosanya bila berkarya dengan tangan mereka dari pagi hingga petang, serta diberikan penjelasan tentang makna pernyataan tersebut, mereka menunjukkan perubahan kinerja yang jauh lebih baik. Janji atasan yang tidak ditepati juga menjadi faktor permasalahan kurangnya motivasi kerja bawahan. Jadi persoalan motivasi bukan hanya persoalan uang yang mereka dapatkan.

Salam sukses selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner PT. Smart Business Solution

Get Optimum Result

Banyak didapatkan permasalahan sederhana ketika kami melakukan pendampingan /supervisi atas program leadership yang dijalankan. Bila kita dengar dari pengawas maka seringkali yang diungkapkan adalah persoalan pendapatan karyawan yang kurang, tidak ada insentif yang diberikan, permasalahan kontrak kerja karyawan, bawahan yang tidak disiplin, sulit diarahkan, kurang motivasi dll.
Namun bila kita dengar pendapat dari pihak manajemen dalam hal ini para manager bagian maka mereka mengatakan : supervisornya tidak tegas, tidak berani menegur, kurang bisa memberikan pengarahan, kurang perhatian terhadap karyawan maupun proses kerja, kurang perhatian terhadap kebersihan, dll. Dimana pokok persoalannya ada pada supervisornya.

Sedangkan pandangan bawahan menyampaikan bahwa pengawasnya yang tidak disiplin, kurang bersedia untuk melakukan kontrol pekerjaan, kualitas bahan yang digunakan kurang bagus, standar hasil kerja yang berubah-ubah, kesulitan mencari peralatan kerja yang kadang dipinjam oleh bagian lain, bahan yang kurang bagus dan permasalahan sejenis.

Perlu disadari bahwa gambaran permasalahan dibawah adalah merupakan cerminan cara kerja pimpinan yang ada diatasnya. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang optimal perlu dilakukan evaluasi atas permasalahan yang muncul.

1. They know what is expected
Suatu anggapan yang keliru dimana orang yang telah bekerja lama tentunya sudah memahami apa yang diharapkan dari mereka. Persepsi yang keliru tentang bawahan yang mengakibatkan kita memberikan teguran dan menyalahkan mereka karena mereka tidak mematuhi cara kerja yang diarahkan oleh pengawas. Sesungguhnya bawahan memahami bila hasil kerja mereka tidak sesuai dengan target yang ditetapkan. Tindakan menyalahkan membawa dampak lemahnya semangat kerja karyawan. Karyawan berharap untuk tidak disalahkan tetapi diberikan solusi tentang apa yang harus mereka lakukan. Lebih baik menghentikan suatu proses dan memberikan masukan tentang apa yang seharusnya dilakukan pada seluruh karyawan terlibat daripada memberikan teguran ketika mereka telah selesai mengerjakannya.

2. They have competencies to perform
Suatu pekerjaan yang diberikan pada orang yang bukan ahlinya maka tidak bisa diharapkan hasil yang optimal. Termasuk dalam hal ini adalah kecerdasan, pendidikan, pengalaman, kemampuan menghasilkan barang atau jasa, sikap kerja yang baik. Pekerja yang kurang memiliki kecerdasan dexterity, sulit untuk bisa diharapkan bisa menghasilkan produktifitas kerja dibagian sortir atau packaging. Seseorang yang memiliki karakter kurang mudah bergaul atau bisa memulai interaksi hanya pada orang yang dikenalnya dengan baik, membutuhkan waktu untuk dapat menjadi seorang sales executive yang berhasil. Masing-masing individu memiliki bakat atau potensi dan perlu ditempatkan sesuai dengan potensinya. Dapatkan informasi tentang memahami 10 kecerdasan individu di link blog (fingerprint test) ini.

3. They supported by facilitating work environment
Dukungan fasilitas sangat menentukan peningkatan produktifitas kerja. Banyak manager atau pengawas yang menyampaikan bahwa karyawan telah dilengkapi dengan peralatan kerja yang memadai. Pada kenyataannya, mereka sering melakukan tindakan saling pinjam peralatan kerja. Bisakah mereka bekerja optimal bila tidak didukung oleh fasilitas? Termasuk dalam hal ini adalah sistem informasi atau kemudahan pengawas untuk dihubungi manakala mereka membutuhkan keputusan dari pengawasnya.

4. They motivated to perform what is expected.
Persoalan motivasi adalah faktor terakhir yang perlu dianalisa. Banyak kejadian dimana manajemen menetapkan sistem incentif tetapi kinerja karyawan tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan. Ada juga karyawan yang tidak bersedia lembur untuk menyelesaikan pekerjaan, mereka kurang membutuhkan uang sebagai motivasi. Namun hanya disampaikan akan hapus dosanya bila berkarya dengan tangan mereka dari pagi hingga petang, serta diberikan penjelasan tentang makna pernyataan tersebut, mereka menunjukkan perubahan kinerja yang jauh lebih baik. Janji atasan yang tidak ditepati juga menjadi faktor permasalahan kurangnya motivasi kerja bawahan. Jadi persoalan motivasi bukan hanya persoalan uang yang mereka dapatkan.

Salam sukses selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner PT. Smart Business Solution

Kamis, 19 Mei 2011

Pelatihan Smart : Motivation Training Series

Sesungguhnya motivasi untuk sukses dibidang apapun berasal dari dalam diri individu. Bukankah bila kita dimotivasi oleh sesuatu yang berasal dari luar diri kita, maka nasib karir kita bukan ditentukan oleh diri kita. Banyak pandangan yang keliru tentang faktor yang menyebabkan individu memiliki semangat atau motivasi yang tinggi dalam pekerjaannya.

Bila kita fokus pada apa yang ada diluar dan kita tidak punya kuasa untuk mengaturnya maka kita tak akan bisa sampai pada apa yang kita inginkan dalam kehidupan. Manakala motivasi kita adalah uang maka ketika uang yang diterima tak sesuai harapan maka kita menjadi tidak bersemangat. Individu yang demikian akhirnya menyerah pada nasib dan melupakan apa yang dicitakannya. Bukankah jauh lebih baik kita bekerja dimana kita sanggup membuat perubahan dalam kehidupan kita sendiri.
Sadari bahwa sumber terbesar untuk meraih apa yang kita citakan ada didalam diri kita sendiri. Tumbuhkan keyakinan untuk meraih apapun dengan melihat bukti-bukti dalam perjalanan menuju apa yang diharapkan. Tempa diri dengan banyak pelatihan dan bacaan karena itu yang akan tetap menjaga kita terus termotivasi. Modul pelatihan smart Motivation Training Series yang bisa membantu anda meningkatkan performance kerja :

1. Success Mind Set

Semua yang berwujud, diciptakan lebih dulu dalam alam pikir. Bila kita tidak buat gambaran detail tentang apa yang kita harapkan maka kita tak akan bisa mewujudkannya. Tak ada orang yang bersedia membantu kita untuk sukses, mereka tentunya berpikir agar dirinya juga sukses. Memang tak semua apa yang anda inginkan dalam hidup dapat terwujud tetapi apa yang anda yakini dan benar-benar anda inginkan, bisa anda wujudkan.

Bukan pendidikan, bukan kemampuan, bukan pengalaman dan bukan pula kepandaian yang dapat menghantarkan diri anda menjadi apa yang anda harapkan dalam kehidupan. Tetapi kemauanlah yang mampu menghantar seseorang untuk sampai pada tujuannya. Maka ciptakan tujuan lebih dulu, karena bila tidak diciptakan maka anda tidak akan pergi kemanapun, karena anda tak mengerti arah mana yang akan anda tuju.
Paket pelatihan : 4 jam

2. Building Character to Get Success

Pikirkan dan ciptakan kebiasaan baik, maka kebiasaan baik tersebut akan menolong kita untuk mencapai sukses yang kita harapkan. Setiap awal pembentukan adalah butuh waktu yang jauh lebih lama daripada kebiasaan telah terbentuk. Hukum pertama kali berlaku yaitu : butuh waktu, tidak sempurna, butuh upaya lebih keras. Kebiasaan yang terus menerus dilakukan akan membentuk karakter diri seseorang.

Pohon dikenal karena buahnya, bila buahnya baik maka baiklah batangnya, baiklah akarnya, baiklah bibitnya. Sedangkan Orang dikenal bukan karena kebaikannya yang ia lakukan sesekali tetapi orang dikenal karena karakternya, orang dipercaya karena karakternya, orang mampu meraih apapun yang diyakini karena ia memiliki karakter dan mental seorang juara sejati. Bila sesuatu sudah ada dalam benak maka itu bisa diwujudkan. Motor penggerak untuk mewujudkannya adalah kemauan dan karakter.
Paket Pelatihan : 14 jam

3. Achievement Motivation Training

Tak ada manusia yang tak melakukan tindakan terbaik buat dirinya. Namun banyak orang yang kurang mempertimbangkan apa yang dilakukannya bagi banyak orang atau bagi masa depannya.” Life is a matter of choice” setiap orang menentukan pilihan terbaiknya namun hasil buah pikir adalah pertimbangan. Pertimbangan secara menyeluruh yang kurang diperhatikannya.

Menumbuhkan motivasi adalah memperlihatkan secara keseluruhan, memperlihatkan dengan 2 sudut pandang, melihat dengan ke dua matanya. Bila ini dilakukan maka setiap orang akan mampu mengambil tindakan terbaiknya. Penerimaan lingkungan atas tindakan terbaik menumbuhkan rasa percaya diri. Dengan rasa percaya diri maka banyak hal yang dapat dilakukan oleh manusia. Bila ia tak percaya pada dirinya sendiri maka tak ada orang lain yang percaya pada dirinya.

Sumber percaya diri adalah bangga diri. Bangga terhadap apa yang telah dicapainya. Kebanggaan lahir karena prestasi yang diraihnya. Maka buatlah prestasi di bidang anda masing-masing, buatlah perbedaan dengan lainnya, buatlah diri kita menjadi unggul dibidang yang kita kuasai. Sedangkan prestasi lahir karena keyakinan terhadap tujuan yang diciptakan, konsisten terhadap cara untuk mencapai tujuan dan mencintai terhadap apa yang dikerjakan.

Carilah sesuatu yang paling anda senangi dari pekerjaan anda, analisa kesesuaian dengan sikap yang perlu anda miliki dalam mencapai tujuan hidup anda, komitmen untuk terus mengembangkan diri, melakukan yang terbaik dan anda menjadi manusia yang berprestasi. Ingatlah prestasi besar lahir karena prestasi kecil yang anda capai dalam pekerjaan anda, sukses besar lahir dari sukses kecil. Tak ada kegagalan bagi yang siap mereka hanya menerima 2 alternatif yaitu : sukses atau belajar, untuk mengubah tindakan meraih prestasi yang lebih baik. Diperlukan latihan terbaik untuk menjadi yang terbaik.
Paket pelatihan : 21 jam

4. How to Motivate People
Pelatihan dikhususkan bagi manager dan pengawas untuk bisa mendapatkan kinerja puncak dari bawahannya. Bagaimana mengevaluasi sistem yang berlaku saat ini untuk bisa menjaga motivasi karyawan menjadi lebih baik. Apa yang perlu dilakukan terhadap incentif, dimana incentif menimbulkan kepandaian karyawan untuk berhitung dan tidak semua pemberian incentif memotivasi karyawan dengan jauh lebih baik. Sistem apa sajakah yang perlu dilakukan evaluasi, sehingga karyawan bersedia untuk unjuk kerja dengan berkarya dan bukan hanya bekerja.

Bagaimana peran Manager dan Pengawas dalam memotivasi karyawan? Tepukan, pujian, penghargaan kadang bisa efektif dan tidak efektif dalam memotivasi karyawan. Apa yang bisa dijanjikan oleh manager atau pengawas untuk dapat memacu prestasi bawahannya? Dapatkan semua jawabannya dalam pelatihan “ How to Motivate People”
Paket Pelatihan : 14 jam

Semoga artikel ini bisa dijadikan masukan bagi pembaca budiman.
Salam Sukses Selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner PT. Smart Business Solution.

Selasa, 17 Mei 2011

Effective Communication

Banyak permasalahan terjadi karena salah komunikasi. Komunikasi adalah sebuah ketrampilan yang dapat dilatih dan menjadi efektif. Berbasis dari pengalaman dalam mengimplementasikan program perbaikan di perusahaan maka disimpulkan bahwa banyak masalah terjadi karena faktor salah komunikasi atau komunikasi yang tidak tepat sasaran.

Ada sebagian informasi penting yang tidak bisa sampai kepada pejabat yang memiliki kewenangan dalam mengubah cara kerja atau membuat kebijakan dalam mewujudkan program perbaikan. Masalah yang sering muncul adalah bawahan atau orang yang menerima perintah mengalami salah persepsi. Ada juga kasus dimana pengawas kurang mampu menyampaikan pesan dengan tepat. Sesungguhnya masalah besar, muncul dan berasal dari masalah kecil yang kurang diperhatikan.

Dalam supervisi leadership program, kami sering melakukan pendampingan kepada pengawas dilapangan. Kami hadir disamping pengawas yang memberikan pengarahan baik di pagi hari sebelum bekerja maupun sore hari setelah bekerja. Cobalah telaah komunikasi pengarahan berikut ini :

• “Selamat pagi. Pada hari ini saya perlu sampaikan bahwa kita akan bekerja seperti biasa, dan perlu diperhatikan target masing-masing bagian sesuai
yang telah di tetapkan. Bila kita tidak memenuhi target maka perusahaan ini akan rugi dan saya bersama anda pada akhirnya juga akan terkena
dampaknya…..”

• “Selamat pagi, disini kita perlu menerapkan program perusahaan yang telah ditetapkan.Kita juga telah sadari bahwa kebersihan merupakan sebagian
dari iman. Jadi program perusahaan tidak bertentangan dengan prinsip yang benar. Oleh karena itu kami menghimbau agar setiap bagian untuk
memperhatikan, menjaga dan mau bertindak bila melihat sesuatu yang tidak
bersih di lingkungan kerja masing-masing…….”

• “………..saya perlu tekankan bahwa kerjasama sangat penting dan hanya dengan kerjasama maka semua permasalahan berat menjadi ringan, semua kesulitan menjadi dapat dimudahkan. Oleh karena itu kerjasama antar proses perlu ditingkatkan dengan saling membantu bila ada hambatan. Saya berharap yang tidak ada pekerjaan untuk membantu bagian lain dari pada menunggu dan itu sebenarnya tidak perlu disuruh-suruh lagi …..”

Nampaknya apa yang disampaikan oleh pengawas tersebut jelas. Namun ketika kami melakukan tindak lanjut kepada karyawan yang diberikan pengarahan, didapatkan bahwa hampir sebagian besar karyawan tidak memahami apa yang harus dilakukannya. Mereka paham tentang apa yang disampaikan tetapi tidak tahu apa yang harus dikerjakannya.

Bila karyawan tak melakukan apa yang seharusnya dilakukannya, maka tak ada hasil perbaikan yang dapat diharapkan. Pengaruh terbesar adalah bagaimana seorang pengawas memiliki ketrampilan dalam menyampaikan pesannya kepada bawahan sehingga bawahan dapat diharapkan bekerja optimal. Hal ini seringkali menjadi berbeda dari sudut pandang pengawas dimana mereka menyampaikan bahwa bawahan mereka sulit dan tak patuh terhadap perintah mereka.

Ada pula yang perlu mendapatkan pemahaman tentang apa yang penting untuk diterima atau disampaikan dalam komunikasi. Ada 2 makna yang akan ditangkap oleh komunikan dalam berkomunikasi. Seringkali karyawan tidak bersedia berbuat lebih karena tersinggung dengan ucapan pengawasnya. Ia tergolong orang yang menerima muatan emosi dari yang menyampaikan pesan ( Emotional Transfer ). Patut disadari bahwa “Content Transfer” yang jauh lebih penting untuk di terima dalam kita berkomunikasi. Intonasi karena pengaruh emosi atau karena kebiasaan dari orang yang menyampaikan pesan perlu dipahami dengan lebih baik oleh pihak2 yang terkait dalam berkomunikasi.

Sebagian lainnya kurang memahami makna koordinasi. Banyak diantara para pengawas maupun staf telah menyampaikan bahwa mereka telah melakukan koordinasi dilapangan. Namun mengapa masih terjadi jadual produksi yang tak bisa mencapai target dan diantara mereka saling lempar tanggung jawab. Adanya kasus salah inmformasi maupun keterlambatan bahan dalam proses merupakan gejala bahwa diantara pengawas kurang memahami makna koordinasi.

Berbasis pengalaman dalam membimbing dan mendampingi klien untuk menjalankan program perbaikan maka disain materi pelatihan penuh dengan studi kasus yang terjadi di lapangan sehingga diharapkan setelah mengikuti pelatihan akan terjadi perubahan cara peserta melakukan komunikasi yang efektif. Dengan contoh yang sesuai dengan kondisi kerja mereka, memudahkan peserta mengimplementasikan materi yang disampaikan. Diharapkan dengan cara demikian maka kinerja proses dapat ditingkatkan dalam waktu singkat.

Salam Sukses Selalu
Drs.Psi. Reksa Boeana
Executive Partner PT. Smart Business Solution.
Professional Fee Pelatihan

Sebagian besar pelatihan yang kami selenggarakan dituntut untuk bisa langsung memberikan kontribusi dalam peningkatan kinerja perusahaan. Dalam pelatihan tentunya peserta mendapatkan pemahaman tentang apa yang perlu dilakukan perbaikan baik bagi dirinya, cara kerjanya, kinerja bagian atau kinerja perusahaannya, serta memperoleh semangat dalam melakukan perubahan atau perbaikan. Oleh karena itu kami selalu meminta masukan tentang persoalan yang terjadi diperusahaan sehingga diharapkan setelah pelatihan ada bekal perbaikan yang langsung dapat dilakukan oleh peserta.

Dalam mengimplementasikan ide perbaikan, ada tantangan yang akan dihadapi oleh peserta dimana suatu hal yang wajar apabila setiap perubahan akan mendapatkan perlawanan berupa penolakan. Memang tak ada orang yang menolak perubahan tetapi mereka menolak untuk diubah. Tantangan lainnya adalah berasal dari dalam diri orang yang bersangkutan berupa kebiasaan. Oleh karena itu pihak kami banyak melakukan supervisi dan bimbingan setelah melakukan pelatihan, agar hasil pelatihan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kinerja di perusahaan dan Return On Training Investment (ROTI)dapat dipertanggung jawabkan. Bagi perusahaan yang hendak mengukur ROTI atas dampak pelatihan akan dikenakan biaya tersendiri.

Penawaran Professional Fee kami adalah sebagai berikut :

a. Professional Fee untuk Pembicara Pelatihan ....Rp 2.500.000,00 / jam.
b. Professional Fee Partner dalam Supervisi ........Rp 2.500.000,00 / Mandays
c. Professional Fee Senior Staf dalam Supervisi ... Rp 1.750.000,00 / Mandays
d. Professional Fee untuk Penanganan Corporate diperhitungkan tersendiri

Biaya pelatihan dan supervisi adalah biaya untuk pembicara atau personil yang ditugaskan, belum termasuk biaya akomodasi, administrasi, fotocopy, dan penggandaan makalah, Out Town Allowance (OTA).

Dapatkan peluang untuk penghematan biaya pelatihan dengan melakukan pengambilan Paket Pelatihan, Kontrak Kerja Pelatihan, dan Promo pelatihan sampai dengan 25 Agustus 2011 dengan menghubungi pihak kami, PT. Smart Business Solution di 031-8781491 dengan bapak Ismanu, ibu Olsa, atau ibu Rini.

Mari berbuat dan berkarya lebih banyak lagi demi bangsa Indonesia

Salam Sukses Selalu

Reksa Boeana
Executive Partner Smart Business Solution